Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Desember 2014

Gili Trawangan



Wisata di Gili Trawangan - Lombok

Melancong Asyik | Gii Trawangan adalah pulau terbesar di tiga gili eksotis yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Pulau Gili Trawangan memiliki luas kurang-lebih 6 km persegi dengan penduduk sekitar 800 jiwa. Saat ini Gili Trawangan menjadi destinasi favorit baru bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Di sepanjang pantai, anda akan dimanjakan dengan hamparan pasir yang putih dan bersih, pemandangan laut biru, udara yang segar, dan indahnya Gunung Agung di Bali yang berdiri kokoh.

Pulua Gili Trawangan, wisata lombok, tempat wisata di lombok, surga diving, tempat wisata di indonesia,
Aktivitas yang paling populer dilakukan para wisatawan di Gili Trawangan adalah scuba diving. Tidak hanya untuk kalangan profesional, pemula yang baru belajar pun tidak perlu khawatir karena di sini banyak terdapat instruktur-instruktur yang telah bersertifikat PADI. Pengunjung juga bisa melakukan snorkeling di pantai sebelah timur laut, bermain kayak, berselancar, atau melepas tukik (anak penyu) ke laut bebas. Di Gili Trawangan juga disediakan beberapa tempat bagi para wisatawan untuk belajar berkuda mengelilingi pulau. Di malam hari, suasana pulau berubah menjadi hingar bingar oleh lantunan musik dari kafe-kafe yang ada di sepanjang pantai.

Transportasi ke Gili Trawangan
Dari kota Mataram, kita dapat menggunakan angkutan umum dengan rute Mataram-Rembiga-Pamenang, disambung dengan naik kapal umum dari Pelabuhan Bangsal menuju Trawangan. Jarak Pulau Lombok dan Gili Trawangan hanya 45 menit saja menggunakan kapal dengan tarif Rp. 10.000. Sesampainya di sana, wisatawan biasanya akan ditawari oleh biro-biro berbagai kegiatan wisata seperti diving, snorkeling, naik glass bottomed boat, berkeliling naik cidomo, dan sebagainya.

Sarana tranportasi yang bisa digunakan di Gili Trawangan Lombok adalah sepeda yang disewakan oleh penduduk setempat dengan tarif Rp. 20.000/jam. Anda juga bisa menyewa cidomo dengan tarif Rp.150 ribu maksimal 4 orang bisa digunakan untuk mengelilingi pulau. (Tarif tersebut tidak bisa ditawar). Sedangkan kendaraan motor tidak diizinkan untuk digunakan di Gili Trawangan maupun gili-gili lainnya. Ini adalah aturan adat setempat yang disebut awig-awig, sehingga bisa dipastikan bahwa daerah ini bebas dari polusi, serta menambah kesegaran dan kenyamanan wisatawan.

Aneka Paket Wisata di Gili Trawangan
Apabila Anda tertarik untuk menikmati wisata air, Anda dapat mengikuti underwater tour yang diselenggarakan oleh BPW Lombok Network Holidays, dapat dihubungi melalui telp. 62-370-6628139 atau 62-81 8369619. Mereka menyelenggarakan daily trip atau snorkeling ke Gili menggunakan perahu. Adapun kegiatan scuba diving dengan biaya US$ 80 per orang. Biaya ini sudah termasuk makan siang di restoran lokal tertentu.

Anda juga dapat menyewa jet sky dengan tarif US$ 30 per orang per 15 menit. Atau menyewa banana boat dengan tarif US$ 15 per orang per 15 menit. Perlu diperhatikan bahwa tarif tersebut biasanya diperuntukkan untuk turis asing sehingga wisatawan lokal masih dapat menawar tarif tersebut. Adapun kegiatan wisata bawah laut dengan glass bottom boat ditawarkan oleh Hotel Villa Ombak dengan tarif sebesar Rp. 650.000 per 2 jam sudah termasuk peralatan snorkeling. Kegiatan ini bisa diikuti hingga 6 orang termasuk berkeliling ke tiga gili.

Hotel di Gili Trawangan
Di Gili Trawangan juga sudah terdapat banyak sekali penginapan-penginapan dengan tarif yang beragam. Salah satunya adalah Hotel Vila Ombak dengan standar internasional yang menawarkan bangunan tradisional Lombok dengan pemandangan laut di sekitarnya yang menawan. Selain itu, ada juga beberapa hotel lainnya dengan harga yang relatif murah seperti Tir Na Nog Hotel atau Manta Dive Gili Trawangan Hotel.




Sumber:
www.gililombok.com





Kamis, 04 Desember 2014

Samudera Atlantik


Samudera Atlantik

ayomelu.com | mengajak anda lagi untuk mempelajari seputar Samudera Atlantik yang indah dan menyenangkan untuk disimak. Konon Luas Samudera Atlantik mencapai + 82.217.000 km2 dengan kedalaman rata-rata 3.350 m. Samudera Atlantik ini terletak di antara Benua Eropa, Afrika dan Amerika. Sehingga berperan sebagai jalur lalu lintas penghubung antara dunia lama dengan dunia baru dengan karakteristik sebagai berikut.

Berikut ini seputar Samudera Atlantik:

  1. Samudra Atlantik terletak di daerah bujur Barat.
  2. Samudra Atlantik memiliki kawasan yang diyakini sebagai pusat medan magnet bumi, yaitu di kawasan Segitiga Bermuda di Perairan Karibia (Amerika Tengah).
  3. Di Samudra Atlantik terdapat deretan punggung laut terpanjang di dunia, memanjang dari Utara (Samudra Arktik) ke Selatan sepanjang Samudra Atlantik dan ke Timur menuju Samudra Hindia.
  4. Di Samudra Atlantik terdapat pertemuan arus dingin dari Perairan Greenland dan arus panas dari Teluk Meksiko di Perairan Labrador.
  5. Di Samudra Atlantik terdapat beberapa palung laut, seperti Palung Puerto Rico (9.220 m), Palung South Sandwich (8.264 m), Palung Romance (7.856 m), dan Palung Caynon (7.500 m).




Samudera Pasifik


Samudera Pasifik

ayomelu.com | Agan sekalian, ayo ikut kita menyimak tentang samudera pasifik dimana katanya samudera ini adalah yang terluas di Dunia. Mungkin diantara kita sudah tidak ingat lagi tentang materi geografi di SMA dulu. ayomelu.com akan membahasnya buat anda agar tidak luping, alias lupa ingatan. Meskipun ini bukan kewajiban tapi paling tidak bisa menjadi sarana mengasah ingatan kita, selamat membaca....!


Samudra Pasifik
Luas Samudra Pasifik mencapai ± 165.385.450 km² dengan kedalaman rata-rata 4.250 m. Jika dilihat di globe, luas samudra ini meliputi hampir separuh permukaan bumi. Samudra Pasifik terletak di antara tiga benua, yaitu Asia, Amerika, dan Australia.
Wilayahnya terbentang dari pantai Barat Amerika hingga pantai Timur Cina dan Australia dengan berbagai karakterstik berikut ini.

  1. Samudra Pasifik merupakan samudra terluas di dunia.
  2. Di Samudra Pasifik terdapat titik terendah di muka bumi, yaitu Palung Mariana (kedalaman 11.022 m) terdapat di Filipina.
  3. Samudra Pasifik memiliki banyak palung, yaitu Palung Tonga (10.882 m), Palung Kuril (10.542 m), Palung Filipina (10.497 m), Palung Kermatec (10.047 m), Palung Tzu Bonin (9.810 m), Palung New Hebrides (9.165 m), Palung South Solomon (9.140 m), Palung Jepang (8.412 m), Palung Peru-Cile (8.066 m), Palung Akution (7.822 m), dan Palung Amerika Tengah (6.662 m).
  4. Di Samudra Pasifik banyak terdapat gunung api aktif, sehingga sering terjadi gempa.
  5. Samudra Pasifik merupakan tempat pertemuan antara garis bujur Barat dan bujur Timur (180°) sebagai batas penanggalan internasional.
  6. Di Samudra Pasifik banyak terdapat negara kepulauan (kawasan Oceania).
  7. Di Samudra Pasifik banyak terjadi gejala alam El Nino dan La Nina, terutama di perairan yang dilintasi garis katulistiwa.
  8. Di Samudra Pasifik terdapat pertemuan arus panas Kurosyiwo dan arus dingin Oyasyiwo di Laut Bearing (Pasifik Utara) yang menimbulkan arus hangat dan merupakan kawasan tangkapan ikan yang sangat baik. 

Selasa, 02 Desember 2014

Sunan Ampel


Sejarah Sunan Ampel 

Melancong Asyik - Sunan Ampel pada masa kecil bernama Raden Rahmat, dan diperkirakan lahir pada tahun 1401 di Champa. Ada dua pendapat mengenai lokasi Champa tersebut. Encyclopedia Van Nederlandesh Indie mengatakan bahwa Champa adalah satu negeri kecil yang terletak di Kamboja.  Pendapat lain, Raffles menyatakan bahwa Champa terletak di Aceh yang kini bernama Jeumpa. Menurut beberapa riwayat, orang tua Sunan Ampel adalah Makhdum Ibrahim (menantu Sultan Champa dan ipar Dwarawati). Dalam catatan Kronik Cina dari Klenteng Sam Po Kong, Sunan Ampel dikenal sebagai Bong Swi Hoo, cucu dari Haji Bong Tak Keng - seorang Tionghoa (suku Hui beragama Islam mazhab Hanafi) yang ditugaskan sebagai Pimpinan Komunitas Cina di Champa oleh Sam Po Bo. Sedangkan Yang Mulia Ma Hong Fu - menantu Haji Bong Tak Keng ditempatkan sebagai duta besar Tiongkok di pusat kerajaan Majapahit, sedangkan Haji Gan En Cu juga telah ditugaskan sebagai kapten Cina di Tuban. Haji Gan En Cu kemudian menempatkan menantunya Bong Swi Hoo sebagai kapten Cina di Jiaotung (Bangil).


Sementara itu seorang putri dari Kyai Bantong (versi Babad Tanah Jawi) alias Syaikh Bantong (alias Tan Go Hwat menurut Purwaka Caruban Nagari) menikah dengan Prabu Brawijaya V (alias Bhre Kertabhumi) kemudian melahirkan Raden Fatah. Namun tidak diketahui apakah ada hubungan antara Ma Hong Fu dengan Kyai Bantong.
Dalam Serat Darmo Gandhul, Sunan Ampel disebut Sayyid Rahmad merupakan keponakan dari Putri Champa permaisuri Prabu Brawijaya yang merupakan seorang muslimah.
Raden Rahmat dan Raden Santri adalah anak Makhdum Ibrahim (putra Haji Bong Tak Keng), keturunan suku Hui dari Yunnan yang merupakan percampuran bangsa Han/Tionghoa dengan bangsa Arab dan Asia Tengah (Samarkand/Asmarakandi). Raden Rahmat, Raden Santri dan Raden Burereh/Abu Hurairah (cucu raja Champa) pergi ke Majapahit mengunjungi bibi mereka bernama Dwarawati puteri raja Champa yang menjadi permaisuri raja Brawijaya. Raja Champa saat itu merupakan seorang muallaf. Raden Rahmat, Raden Santri dan Raden Burereh akhirnya tidak kembali ke negerinya karena Kerajaan Champa dihancurkan oleh Kerajaan Veit Nam.
Menurut Hikayat Banjar dan Kotawaringin (= Hikayat Banjar resensi I), nama asli Sunan Ampel adalah Raja Bungsu, anak Sultan Pasai. Beliau datang ke Majapahit menyusul/menengok kakaknya yang diambil istri oleh Raja Mapajahit. Raja Majapahit saat itu bernama Dipati Hangrok dengan mangkubuminya Patih Maudara (kelak Brawijaya VII) . Dipati Hangrok (alias Girindrawardhana alias Brawijaya VI) telah memerintahkan menterinya Gagak Baning melamar Putri Pasai dengan membawa sepuluh buah perahu ke Pasai. Sebagai kerajaan Islam, mulanya Sultan Pasai keberatan jika Putrinya dijadikan istri Raja Majapahit, tetapi karena takut binasa kerajaannya akhirnya Putri tersebut diberikan juga. Putri Pasai dengan Raja Majapahit memperoleh anak laki-laki. Karena rasa sayangnya Putri Pasai melarang Raja Bungsu pulang ke Pasai. Sebagai ipar Raja Majapahit, Raja Bungsu kemudian meminta tanah untuk menetap di wilayah pesisir yang dinamakan Ampelgading. Anak laki-laki dari Putri Pasai dengan raja Majapahit tersebut kemudian dinikahkan dengan puteri raja Bali. Putra dari Putri Pasai tersebut wafat ketika istrinya Putri dari raja Bali mengandung tiga bulan. Karena dianggap akan membawa celaka bagi negeri tersebut, maka ketika lahir bayi ini (cucu Putri Pasai dan Brawijaya VI) dihanyutkan ke laut, tetapi kemudian dapat dipungut dan dipelihara oleh Nyai Suta-Pinatih, kelak disebut Pangeran Giri. Kelak ketika terjadi huru-hara di ibukota Majapahit, Putri Pasai pergi ke tempat adiknya Raja Bungsu di Ampelgading. Penduduk desa-desa sekitar memohon untuk dapat masuk Islam kepada Raja Bungsu, tetapi Raja Bungsu sendiri merasa perlu meminta izin terlebih dahulu kepada Raja Majapahit tentang proses islamisasi tersebut. Akhirnya Raja Majapahit berkenan memperbolehkan penduduk untuk beralih kepada agama Islam. Petinggi daerah Jipang menurut aturan dari Raja Majapahit secara rutin menyerahkan hasil bumi kepada Raja Bungsu. Petinggi Jipang dan keluarga masuk Islam. Raja Bungsu beristrikan puteri dari petinggi daerah Jipang tersebut, kemudian memperoleh dua orang anak, yang tertua seorang perempuan diambil sebagai istri oleh Sunan Kudus (tepatnya Sunan Kudus senior/Undung/Ngudung), sedang yang laki-laki digelari sebagai Pangeran Bonang. Raja Bungsu sendiri disebut sebagai Pangeran Makhdum.
Silsilah
    Sunan Ampel @ Raden Rahmat @ Sayyid Ahmad Rahmatillah bin
    Maulana Malik Ibrahim @ Ibrahim Asmoro bin
    Syaikh Jumadil Qubro @ Jamaluddin Akbar al-Husaini bin
    Ahmad Jalaludin Khan bin
    Abdullah Khan bin
    Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad,India) bin
    Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin
    Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut)
    Ali Kholi' Qosam bin
    Alawi Ats-Tsani bin
    Muhammad Sohibus Saumi'ah bin
    Alawi Awwal bin
    Ubaidullah bin
    Ahmad al-Muhajir bin
    Isa Ar-Rumi bin
    Muhammad An-Naqib bin
    Ali Uraidhi bin
    Ja'far ash-Shadiq bin
    Muhammad al-Baqir bin
    Ali Zainal Abidin bin
    Imam Husain bin
    Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra bin Muhammad
Jadi, Sunan Ampel memiliki darah Uzbekistan dan Champa dari sebelah ibu. Tetapi dari ayah leluhur mereka adalah keturunan langsung dari Ahmad al-Muhajir, Hadhramaut. Bermakna mereka termasuk keluarga besar Saadah BaAlawi.
Isteri dan Anak
Isteri Pertama, yaitu: Dewi Condrowati alias Nyai Ageng Manila binti Aryo Tejo Al-Abbasyi, berputera:
    Maulana Mahdum Ibrahim/Raden Mahdum Ibrahim/ Sunan Bonang/Bong Ang
    Syarifuddin/Raden Qasim/ Sunan Drajat
    Siti Syari’ah/ Nyai Ageng Maloka/ Nyai Ageng Manyuran
    Siti Muthmainnah
    Siti Hafsah
Isteri Kedua adalah Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning, berputera:
    Dewi Murtasiyah/ Istri Sunan Giri
    Dewi Murtasimah/ Asyiqah/ Istri Raden Fatah
    Raden Husamuddin (Sunan Lamongan)
    Raden Zainal Abidin (Sunan Demak)
    Pangeran Tumapel
    Raden Faqih (Sunan Ampel 2)
Sejarah dakwah
Syekh Jumadil Qubro (alias Haji Bong Tak Keng), dan kedua anaknya, Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishak bersama sama datang ke pulau Jawa. Setelah itu mereka berpisah, Syekh Jumadil Qubro tetap di pulau Jawa, Maulana Malik Ibrahim ke Champa, Vietnam Selatan, dan adiknya Maulana Ishak mengislamkan Samudra Pasai.
Di Kerajaan Champa, Maulana Malik Ibrahim berhasil mengislamkan Raja Champa, yang akhirnya mengubah Kerajaan Champa menjadi Kerajaan Islam. Akhirnya dia dijodohkan dengan putri raja Champa (adik Dwarawati), dan lahirlah Raden Rahmat. Di kemudian hari Maulana Malik Ibrahim hijrah ke Pulau Jawa tanpa diikuti keluarganya.
Sunan Ampel (Raden Rahmat) datang ke pulau Jawa pada tahun 1443, untuk menemui bibinya, Dwarawati. Dwarawati adalah seorang putri Champa yang menikah dengan raja Majapahit yang bernama Prabu Kertawijaya.
Sunan Ampel menikah dengan Nyai Ageng Manila, putri seorang adipati di Tuban yang bernama Arya Teja. Mereka dikaruniai 4 orang anak, yaitu:
    Putri Nyai Ageng Maloka,
    Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang),
    Syarifuddin (Sunan Drajat) dan
    Syarifah, yang merupakan istri dari Sunan Kudus.
Pada tahun 1479, Sunan Ampel mendirikan Mesjid Agung Demak. Dan yang menjadi penerus untuk melanjutkan perjuangan dakwah beliau di Kota Demak adalah Raden Zainal Abidin yang dikenal dengan Sunan Demak, beliau merupakan putra beliau dari istri dewi Karimah.Sehingga Putra Raden Zainal Abidin yang terakhir tercatat menjadi Imam Masjid Agung tersebut yang bernama Raden Zakaria (Pangeran Sotopuro).
Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.



Sumber :
wikipedia.co.id
Sejarah Sunan Ampel - Jawa Timur





 

Minggu, 30 November 2014

Danau Kakaban


Pariwisata Pulau Kakaban - Kalimantan Timur
Melancong Asyik | Pulau Kakaban mempunyai luas 774,2 hektar dan terletak di Kepulauan Derawan, Kecamatan Derawati, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Pulau Kakaban menarik perhatian turis-turis mancanegara dengan beberapa keunikannya, salah satu diantaranya adalah Danau Kakaban. Yang mana pada danau tersebut diisi oleh campuran dari air hujan dan rembesan air laut dari pori-pori tanah dan membuat suatu habitat endemik yang berbeda pada kebanyakan kawasan danau lain di dunia, selain Danau Kakaban ada satu lagi danau dengan air payau yaitu di Kepulauan Palau, Mikronesia. 


Danau Kakaban, adalah air laut yang terperangkap di Pulau Kakaban, ditambah dengan air dari dalam tanah dan air hujan sejak 2 juta tahun lalu. Danau Kakaban merupakan danau prasejarah yaitu zaman peralihan Holosin. Luasnya sekitar 5 km², berdinding karang terjal setinggi 50 meter, yang mengakibatkan air laut yang terperangkap tidak lagi bisa keluar, menjadi danau. Secara administratif, Danau Kakaban termasuk wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di dunia, tempat seperti ini hanya dijumpai di Palau, Kepulauan Micronesia di kawasan Tenggara Laut Pasifik. Dengan demikian Pulau Kakaban merupakan satu-satunya pulau di Indonesia yang mempunyai danau di tengahnya.
Pulau Kakaban, salah satu dari gugus Kepulauan Derawan dinominasikan sebagai sebuah Kawasan Warisan Dunia. Bagi anda penyuka wisata bahari, kawasan yang mempunyai luas 774,2 hektar ini memiliki populasi dan keragaman ubur-ubur yang paling banyak di dunia, yaitu empat spesies unik ubur-ubur yang tidak menyengat.Pulau ini dikelilingi tebing tinggi, sebelah barat luar tebing terhampar dataran rendah selebar 50an meter yang terdiri dari batu karang. Dari dataran karang itu anda bisa merapat, tentunya dengan baju renang dan peralatan snorkling berenang ke arah daratan itu.
Beberapa bagian daratan karang masih tertutup air laut yang dangkal sekitar 30 cm. Pada genangan air itu segerombolan ikan kecil seukuran teri berwarna hijau cerah mengelilingi karang. Di kaki tebing terdapat tangga kayu yang menanjak kemudian menurun berjarak 120 meter, menuntun anda ke tepi danau di balik bukit. Tangga ini terbuat dari kayu meranti dan di kiri kanan tangga tampak rerimbunan pohon bakau (Rhizophora) diselingi genera pohon tropis lain yang menjulang tinggi membentuk hutan mangrove, seperti tanjang (Bruguiera), apiapi (Avicennia), dan pidada (Sonneratia).
Pulau ini menempati urutan ketiga teratas sebagai tempat tujuan menyelam bertaraf dunia dan menjadikan pulau ini sebagai pulau impian bagi para penyelam. di pulau kakaban ini para wisatawan dapat melakukan berbagai macam aktifitas diantaranya Menyelam, Anda dapat melihat berbagai jenis Ikan seperti Hiu, Dugong atau Ikan duyung, barracuda, penyu hijau dan sebagainya, Berenang, Snorkeling, Memancing, Berjalan di sepanjang pantai mengitara pulau, Mengamati penyu hijau, Menikmati wisata kuliner dengan berbagai pilihan makanan, Belanja berbagai souvener yang terbuat dari hasil laut.
Untuk menuju pulau kakaban ini wisatawan dapat menuju pulau derawan terlebih dahulu lalu menaiki kapal boat selama 45 menit menuju pulau kakaban ini.
Selamat berwisata di Pulau Kakaban


Melancong Asyik
Danau kakaban - Kalimantan Timur



 

Jumat, 28 November 2014

Jembatan Suramadu


Seputar Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu | Siapa yang tidak mengenal Jembatan Suramadu? Jembatan ini memang termasuk jembatan yang baru dibangun tahun 2003 dan baru selesai dan diresmikan pada 10 Juni 2009. Jembatan Suramadu merupakan jembatan terpanjang di Indonesia dengan panjang 5.438 meter. Menghabiskan biaya yang tidak sedikit tentunya yaitu sekitar 4,5 Trilliun rupiah.

Menghubungkan dua pulau di Indonesia sesuai dengan namanya Suramadu yang berarti Surabaya dan Madura. Jembatan yang gagah ini terdiri dari tiga bagian. Pertama adalah jalan layang yang berada disisi masing-masing pulau dengan panjang disisi Surabaya sekitar 1458 meter dan disisi Madura 1818 meter, setelah itu disambung dengan jembatan penghubung yang masing-masing panjangnya sekitar 627 meter, dan yang terakhir adalah jembatan utama yang ada ditengah-tengah yang terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping yang panjangnya 192 meter dan bentang utama yang panjangnya 434 meter.

Meskipun tujuan utama jembatan ini dibangun yaitu untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura baik dibidang infrastruktur maupun ekonomi, namun jembatn ini juga menjadi salah satu tujuan wisata favorit baik warga sekitar ataupun para traveller yang sengaja datang dari luar kota untuk melihat secara langsung indah dan gagahnya Jembatan Suramadu ini.
Pemandangan di Jembatan Suramadu ini memang cukup menarik. Di siang hari saat Anda melintas melalui jembatan ini, Anda bisa memandang Selat Madura dari atas jembatan. Lautan yang mengelilingi samping kanan dan kiri Anda membuat Anda menikmati sensasi serasa terbang di atas laut. Dan jika Anda memandang ke arah Surabaya, Anda bisa melihat patung Jalesveva Jayamahe dan kawasan Pantai Kenjeran, sesekali Anda juga bisa menyaksikan kapal yang sedang berlayar. Malam hari di Jembatan Suramadu pun tak kalah cantiknya. Lampu-lampu yang berada di menara jembatan menghasilkan kombinasi warna-warni yang indah dipandang mata dan membuat suasana lebih menarik. Sangat tepat untuk diabadikan dengan kamera.
Ada cara asyik lainnya untuk menikmati Jembatan Suramadu selain melalui atas jembatan ini, yaitu dengan cara naik kapal atau menyewa perahu. Jika naik kapal Anda harus terlebih dahulu ke Pelabuhan Tanjung Perak. Namun jika Anda memilih mengunakan perahu, penyewaan perahu bisa Anda temukan di dekat kaki Jembatan Suramadu. Jika menggunakan perahu Anda bisa melewati kolong jembatan, tapi jika menggunakan kapal jaraknya lebih jauh.
Akses transport
Untuk menuju Jembatan Suramadu :
Dari Terminal Bungurasih naiklah bis yang menuju Madura kemudian mintalah untuk turun sebelum tol jika Anda ingin melihat Jembatan Suramadu dari sisi Surabaya. Tapi jika Anda ingin tetap jalan dan melanjutkan perjalanan sampai di Pelabuhan Kamal Anda membutuhkan waktu sekitar 10 menit.
Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewa Anda akan dikenakan tarif jalan sekitar Rp 30.000,– untuk mobil.
Bisa juga menggunakan motor, namun harus tetap waspada karena angin yang berhembus sangat kencang jadi selalu ingat untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku.


Sumber:
 http://id.wikipedia.org
Jembatan Suramadu - Indonesia






Pantai Lombang


Pantai Lombang, Sumenep - Jawa Timur

Pantai Lombang adalah salah satu pantai yang terletak di Kabupaten Sumenep, Madura - Jawa Timur. Pantai ini tepatnya terletak di sebelah timur Sumenep, kira-kira 25 km dari Kota Sumenep, tepatnya di Kecamatan Batang-Batang. Pantai Lombang merupakan salah satu wisata unggulan di Bumi Sumekar.


Di pantai ini, selain deburan ombak yang cukup tenang dan pasir putih yang sangat halus, para pengunjung juga akan disuguhi dengan rimbunnya pohon cemara udang yang berjajar mengikuti garis bibir pantai.
Sejarah tumbuhnya pohon Cemara Udang
Cemara Udang adalah endemi tumbuhan khas dari pantai ini, konon menurut sebagian besar masyarakat tumbuhan ini hanya tumbuh di Pantai Lombang dan beberapa pantai di perairan laut Tiongkok. Sejarah penyebaran pohon cemara udang di wilayah perairan Sumenep erat kaitannya dengan ekspedisi besar kekaisaran negeri Tiongkok dalam mengarungi perairan nusantara pada abad 15 yang dipimpin oleh Jenderal The Ho (Sampo Thai Kam), Jenderal Ma’huan dan Jenderal Ong Keng Hong, ketiganya juga dikenal dengan sebutan SAM PO TOA LANG yang artinya Tiga Pendekar Besar dan dalam logat Jawa kuno dikenal dengan nama Dempo Awang.
Muhibah tersebut membawa kapal sebanyak 62 armada, dengan pasukan perang 27.800 orang, konon muhibah besar itu merupakan suatu pelayaran terbesar kala itu. Bila berlayar seakan menutup keluasan lautan yang dilewatinya, banyak para negara tetangga yang merasa takjub dan khawatir. Kelihatannya memang seolah Kaisar daratan China memamerkan kekuatannya kepada negeri-negeri tetangga dan menunjukkan bahwa dirinya sebagai negara super power, adigang adigung adiguno, seolah tidak ada negara lain yang bisa melindunginya.
Tapi sesampainya di laut Jawa, salah satu kapal induk membentur batu karang sampai hancur, dg kejadian tsb Jenderal Ong Keng Hong selaku jurumudi utama meninggal dunia, kemudian semua armada dirapatkan ke pantai, maka tempat merapatnya kapal-kapal armada tersebut diabadikan dengan nama Mangkang, yang artinya wangkangnya kapal, letaknya sekitar 10km di sebelah barat kota Semarang. Karena Ong Keng Hong pemeluk agama Islam, maka dikuburkan secara Islam di daerah Gedongwatu.
Setelah selesai upacara penguburan lalu pelayaran muhibah besar tersebut dilanjutkan menuju ke pusat kerajaan Majapahit, tapi rupanya kemalangan masih tetap mengikuti mereka, kapal-kapal terbawa arus ke arah timur dan dilanda angin topan disekitar perairan Masalembu, maka sebagian banyak yang tenggelam, juga banyak yang hancur serta perlengkapannya banyak yang terdampar di pantai sekitar pulau Jawa dan Madura, seperti halnya : Jangkarnya ada di Pati, piringnya ditemukan di pantai Kamal yang kemudian diabadikan dengan nama Ujung Piring, tiangnya ditemukan di perairan masuk Kabupaten Sumenep, itiknya banyak beterbangan di selat Kamal maka bilamana kita naik perahu layar akan terdengar sayup-sayup suara itik mengalun.
Dari kisah diatas bisa dipastikan, bahwa beberapa tumbuhan "Cemara Udang" yang ada di perairan utara Kabupaten Sumenep, merupakan hasil dari sisa-sisa bawaan prajurit-prajurit yang terdampar di perairan Sumenep ketika dalam perjalanan ekspedisi muhibah tsb.
Lokasi
Secara administratif, Pantai Lombang terletak di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Akses
Pantai Lombang terletak sekitar ± 30 km dari Kota Sumenep ke arah timur laut. Untuk mencapai lokasi, wisatawan dapat memanfaatkan angkutan umum, persewaan mobil, atau menyewa ojek dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan. Bila Anda berdomisili di luar Pulau Madura, Anda dapat menyeberang melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Kamal, Bangkalan Madura dengan kapal ferry. Dari Bangkalan, Anda dapat menggunakan angkutan umum menuju Kota Sumenep.
Harga Tiket
Biaya karcis untuk memasuki pantai ini adalah Rp 5.000 per orang.
Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Wisatawan yang ingin bermalam di pantai ini dapat mendirikan tenda di tepi pantai, sebab belum tersedia hotel di sekitar pantai ini. Fasilitas penginapan yang ada, yaitu pondok-pondok alami dari kayu, biasanya hanya diperuntukkan bagi peserta paket wisata dari agen perjalanan tertentu. Apabila terpaksa harus menginap, wisatawan dapat memperoleh jasa hotel di Kota Sumenep.
Di pantai ini telah tersedia kamar bilas bagi para pengunjung untuk membersihkan badan sehabis bermain pasir atau berenang. Jika ingin duduk-duduk santai, wisatawan dapat memanfaakan beberapa tempat duduk atau warung-warung kecil di pinggir pantai yang menjual `es degan` (kelapa muda) serta `rujak lontong` (rujak Madura). Di tengah teriknya matahari, rujak lontong yang lezat, serta segarnya es degan sangat cocok untuk dinikmati.



Sumber:
http://id.wikipedia.org